Iklan HUT Morowali PT Vale

Bripka H Sempat Mangkir Sebelum Ditahan

Bripka H Sempat Mangkir
Didik Supranoto. / Ist

ReferensiA.id – Polda Sulteng akhirnya menahan Bripka H, usai ditetapkan sebagai tersangka kasus tertembaknya Erfaldi beberapa waktu lalu. Sebelum ditahan, Bripka H sempat mangkir saat hendak dilakukan pemeriksaan.

Bripka H yang merupakan anggota kepolisian di Polres Parimo itu mangkir saat dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Tersangka beralasan sakit. Namun penyidik Polda Sulteng akhirnya menahan Bripka H selama 20 hari kedepan sejak Selasa, 8 Maret 2022.

Baca Juga:  Jenazah Anggota Brimob Polda Kepri yang Hanyut di Sungai Diterbangkan ke Kampung Halamannya

Bripka H yang telah ditetapkan tersangka dugaan tertembaknya Erfaldi alias Aldi (21) Warga Tinombo Selatan Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sulteng.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulteng Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Didik Supranoto dalam keterangan resminya.

Baca Juga:  Oknum Petinggi Partai di Sulteng Dilapor ke Polda Terkait Kasus Kekerasan Seksual

“Kemarin saudara H personel Polres Parimo telah diperiksa sebagai tersangka oleh Penyidik Ditreskrimum, setelah sebelumnya yang bersangkutan tidak hadir dengan memberikan surat keterangan sakit,” ungkap Didik, Rabu 9 Maret 2022.

Didik menambahkan, selesai diperiksa Bripka H langsung ditahan. Ia akan ditahan selama 20 hari kedepan di Rutan Polda Sulteng.

Hari ini tim penyidik yang dipimpin oleh Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) I Ditreskrimum Polda Sulteng Komisaris Polisi (Kompol) Ngadimin pun berangkat ke Polres Parimo untuk melakukan pemeriksaan kembali saksi-saksi untuk mempercepat proses pemeriksaan.

Baca Juga:  Gelar Operasi Zebra Selama 14 Hari, Kapolda Sulteng Minta Jangan Sakiti Hati Masyarakat

“Terhadap saudara H dipersangkakan Pasal 359 KUHP karena lalainya mengakibatkan orang meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara 5 tahun,” ujar Didik.