Iklan HUT korpri

Demokrat Disebut Siap Ikut Nasdem di Sulteng, Begini Kata Anwar Hafid

Demokrat disebut siap ikut nasdem
Para petinggi tiga partai di Sulawesi Tengah, Nasdem, PKS dan Demokrat melakukan silaturahmi. / nasdem.id

ReferensiA.id- Partai Demokrat disebut siap ikut Nasdem di Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal itu mencuat usai pertemuan antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulteng, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulteng dan DPW PKS Sulteng, di salah satu cafe di Kota Palu pada Senin, 27 Juni 2022 lalu.

Terkait hal itu, Ketua DPD Demokrat Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut pertemuan itu merupakan respons partai di daerah atas pergerakan partai politik di tingkat pusat.

Baca Juga:  Gerak Cepat Ahmad M Ali di Sulteng Hadapi Pemilu 2024

“Sebenarnya itu adalah bagian resonansi hiruk pikuk politik di Jakarta akhir-akhir ini. Jadi karena akhir-akhir ini Nasdem, PKS dan Demokrat sangat akrab di pusat, maka alangkah eloknya kalau di daerah juga kompak,” ujar Anwar Hafid kepada ReferensiA.id, Rabu 29 Juni 2022.

Dikutip dari situs Nasdem.id, partai besutan Surya Paloh itu merilis artikel berjudul “Di Sulteng, Demokrat dan PKS Siap Ikut NasDem”.

Baca Juga:  Begini Reaksi Demokrat Digugat Rp1,5 M oleh Kadernya di Sulteng

Di dalam artikel juga disebutkan Anwar Hafid menegaskan, bahwa Partai Demokrat siap ikut NasDem. Demikian halnya Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyudin.

“Kami siap bersama NasDem dan Demokrat,” katanya disambut tepukan riuh hadirin, dikutip dari artikel tersebut.

Menanggapi hal ini, Anwar bilang yang dimaksud adalah terkait konstelasi politik terkini di pusat. Hal itu tidak ada kaitannya dengan arah politik Partai Demokrat untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Baca Juga:  Demokrat Sulteng Target 10 Kursi di DPRD Provinsi pada Pemilu 2024

“Maksudnya ini untuk konteks pusat, kalau daerah kan konteksnya beda. Dalam politik itu tidak ada istilah belum atau sudah (pasti), semua cair laksana air, dan semua partai pasti punya kader masing-masing,” kata Anwar saat ditanya arah politik Partai Demokrat pada Pilkada mendatang.