Komisi X DPR Soroti Kesenjangan Pendidikan Sulteng dalam Raker Bersama Mendikdasmen: Guru, Infrastruktur dan Digitalisasi Jadi Perhatian

Komisi X DPR
Anggota Komisi X DPR RI, Nilam Sari Lawira (tengah). / Ist

ReferensiA.id- Komisi X DPR RI menggelar Rapat Kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis sektor pendidikan nasional, meliputi evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), tindak lanjut rekomendasi Komisi X DPR RI, implementasi Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026, serta evaluasi pelaksanaan Program Strategis Nasional di bidang pendidikan.

Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah (Sulteng), Nilam Sari Lawira, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi dan tantangan pendidikan di Sulawesi Tengah yang menurutnya masih membutuhkan dukungan afirmatif dari pemerintah pusat.

Menurutnya, transformasi pendidikan nasional yang saat ini dijalankan Kemendikdasmen perlu tetap memperhatikan disparitas antarwilayah, khususnya daerah yang memiliki tantangan geografis, pascabencana, serta keterbatasan infrastruktur pendidikan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sulteng Bercucuran Air Mata di Acara Syukuran Masyarakat Petobo

“Sulawesi Tengah memiliki karakter wilayah yang beragam. Ada daerah yang berkembang cepat karena pertumbuhan industri, namun di sisi lain masih terdapat wilayah terpencil yang menghadapi keterbatasan akses, distribusi guru, sarana pendidikan, hingga layanan digital. Karena itu kebijakan nasional perlu hadir secara lebih kontekstual,” ujar Nilam Sari Lawira.

Ia menyoroti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menjadi instrumen penting penguatan mutu pendidikan nasional.

Baca Juga:  Anggota Komisi X DPR RI Dukung Usulan Penambahan Anggaran Kemendikdasmen

Namun menurutnya, kesiapan daerah perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan TKA tidak justru memperlebar kesenjangan mutu antarwilayah.

“Kita mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui TKA, tetapi kesiapan infrastruktur, laboratorium, akses internet, dan distribusi guru harus diperkuat terlebih dahulu, terutama untuk daerah 3T dan wilayah yang masih memiliki keterbatasan layanan pendidikan,” jelasnya.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *