Iklan HUT Morowali PT Vale

Menteri ESDM Minta Vale Tingkatkan Industri Turunan Nikel

Menteri ESDM
Menteri ESDM Arifin Tasrif lawatan ke tambang nikel PT Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan pada Sabtu 13 Agustus 2022. / ESDM.GO.ID

ReferensiA.id- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta kepada PT Vale Indonesia (PT Vale) meningkatkan produksi olahan dari turunan nikel melalui hilirisasi.

Tujuannya, agar bisa memberikan nilai tambah yang lebih optimal serta meningkatkan investasi dan juga membuka lapangan pekerjaan yang masif bagi penduduk sekitar.

Hal itu dikemukakan Arifin Tasrif saat melakukan lawatan ke tambang nikel PT Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan pada Sabtu 13 Agustus 2022. Menteri ESDM meninjau pabrik pengolahan hingga area tambang dan reklamasi.

Baca Juga:  PT Vale Awali Penggunaan Truk Listrik di Kawasan Industri Pertambangan

“Tadi kami sudah bicarakan dengan manajemen, bagaimana ke depannya Indonesia juga bisa memiliki industri untuk memproduksi nikel powder. Nikel powder ini tidak banyak di dunia. Kita punya nikelnya, kenapa tidak sekaligus kita bikin dari core sampai purified nikel,” ujar Menteri ESDM kepada jajaran PT Vale Indonesia seperti dikutip dalam siaran pers.

Baca Juga:  Bupati Luwu Timur Resmikan Gerai Unit Transfusi Darah di Sorowako

PT Vale Indonesia saat ini sudah memiliki satu fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Sorowako dengan kapasitas 70.000 ton nikel matte.

Selain proyek eksisting tersebut, Vale merencanakan pembangunan tiga smelter baru. Pertama, fasilitas pengolahan nikel Reduction Kiln-Electric Furnace (RKEF) dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 ton dalam bentuk FeNi (feronikel) di Morowali, Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  PT Vale Hibahkan Bandara Sorowako ke Pemprov Sulsel

Kedua, proyek pembangunan pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) Pomalaa yang berlokasi di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara dengan potensi kapasitas produksi mencapai 120.000 ton.

Proyek pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Komoditas Nikel Terintegrasi dengan Penambangan di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.