Iklan HUT Morowali PT Vale

Minggu Depan Polisi Periksa Saksi Terkait Kasus Kekerasan Seksual oleh Oknum Petinggi Partai IS

Oknum petinggi partai di sulteng
Jaringan Advokasi untuk Perempuan melakukan konferensi pers terkait kasus kekerasan seksual dan aborsi paksa yang diduga dilakukan oleh oknum petinggi salah satu partai di Sulteng. / Ist

ReferensiA.id- Kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum petinggi partai politik (parpol) berinisial IS yang dilaporkan oleh korban di Polda Sulawesi Tengah, mulai berproses.

Seperti diketahui, seorang oknum diduga petinggi partai di Sulawesi Tengah (Sulteng) baru saja dilaporkan ke polisi terkait kasus pemerkosaan dan aborsi paksa.

Laporan itu dilayangkan oleh korban berinisial D, perempuan berusia 26 tahun warga Tolitoli ke Polda Sulawesi Tengah pada Rabu, 24 Agustus 2022 lalu.

Baca Juga:  Soal Jual Beli Jabatan, Gubernur Sebaiknya Laksanakan Rekomendasi Tim Investigasi

Laporannya tercatat dengan nomor LP/B/240/VIII/2022/SPKT/POLDA SULAWESI TENGAH. Tanggal 24 Agustus 2022.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Selanjutnya polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

“Pemeriksaan awal baru korban, minggu depan direncanakan saksi-saksinya,” ungkap Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Hubungan Masayarakat (Kasubbid Penmas Bidhumas) Polda Sulteng Komisaris Polisi (Kompol) Sugeng Lestari saat dikonfirmasi, Jumat 26 Agustus 2022.

Baca Juga:  Oknum Petinggi Partai di Sulteng Dilapor ke Polda Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Sebelumnya korban melaporkan kasus itu ke Polda Sulteng didampingi oleh sejumlah organisasi yang tergabung dalam Jaringan Advokasi untuk Perempuan, yakni Perkumpulan Libu Perempuan, Solidaritas Perempuan Palu, KPPA Sulteng, KPI Sulteng, LBH APIK Sulteng dan LBH Catur Bhakti.

“Kejadiannya sudah agak lama, korban mengenal pelaku sejak 2016, ada hubungan pacaran pada tahun 2019,” ungkap Fitriani, juru bicara Jaringan Advokasi untuk Perempuan pada konferensi pers yang digelar di Sekretariat Bersama (Sekber) Rumah Jurnalis Sulteng. RED