“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.
Menurut Anis, perspektif menabung harus bergeser dari sebagai aktivitas finansial menjadi menabung sebagai fondasi pembentukan karakter finansial.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI, Prof. Atip Latipulhayat, yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, literasi keuangan merupakan salah satu fondasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif. Anak yang mampu membentuk perilaku dalam mengendalikan tubuh dan emosinya lewat 7 kebiasaan ini akan lebih mudah mengendalikan keuangannya saat dewasa nanti,” kata Atip.
Sementara itu, Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo mengatakan, pembiasaan menabung dan bijak kelola keuangan sangat sesuai dengan nilai-nilai Pramuka. Dalam Dasa Dharma Pramuka ke-7 anggota diharapkan dapat menjadi pribadi yang hemat, cermat dan bersahaja.
“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.
Menurutnya, kebiasaan menabung sejak usia muda dapat membantu dalam membentuk jiwa entrepreneur di masa depan.
Kegiatan LIKE IT tersebut diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri sebanyak 3.500 anggota Pramuka Penggalang. Dari kegiatan ini para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun kebiasaan menabung, mengelola uang secara bijak, serta mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak usia muda.
Aliansi strategis yang dibangun antara OJK, Kemendikdasmen, dan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam Leaders Insight merupakan upaya bersama dalam mencetak anggota pramuka yang kelak menjadi Pemimpin Bangsa Indonesia sebagai agen perubahan melalui duta literasi keuangan.



















