Iklan HUT korpri

Pemprov Sulteng Ungkap 4 Alasan Hibah Rp14 Miliar untuk Munas KAHMI di Kota Palu

Munas KAHMI di kota palu
Gubernur dan DPRD Sulteng menyetujui hibah sebesar Rp14 miliar untuk Munas KAHMI yang bakal digelar di Kota Palu pada November 2022 mendatang. / Ist

ReferensiA.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) ungkap sejumlah alasan “mengguyur” dana hibah Rp14 miliar untuk pelaksanaan Munas KAHMI di Kota Palu.

Diketahui, anggaran Rp14 miliar itu telah disetujui dan ditetapkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun 2022. Selanjutnya RAPBDP yang telah disetujui itu diasistensi oleh Menteri Dalam Negeri dan ditetapkan menjadi APBDP Tahun 2022.

Belakangan, muncul penolakan masyarakat terutama penyintas bencana alam 28 September 2018. Seperti yang dilakukan puluhan penyintas bencana yang berunjuk rasa di DPRD Sulteng pada Kamis 15 September 2022.

Pendemo mengadu ke DPRD Sulteng minta agar dana hibah dibatalkan. Pendemo mengetuk hati wakil rakyat agar anggaran untuk 3 hari Munas Kahmi dialihkan untuk penyintas yang selama 4 tahun belum menerima hunian tetap.

Baca Juga:  Profil Yahdi Basma, Anggota DPRD Sulteng 2 Periode yang Jadi DPO Kejari Palu

Sejumlah pengamat juga menyoroti sikap Pemprov dan DPRD yang memberikan hibah Munas XI Kahmi yang direncanakan dibuka Presiden Joko Widodo pada 25 November 2022 dan ditutup oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada 27 November 2022.

Namun, Pemprov Sulteng punya alasan mengapa menganggarkan hibah untuk Musyawarah Nasional XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Munas XI Kahmi) yang akan diselenggarakan di Palu, Sulawesi Tengah.

Dikutip dari siran pers Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Sulteng, setidaknya 4 alasan penganggaran hibah Rp14 miliar untuk Munas XI Kahmi. Siaran pers disebar melalui grup PPID, Sabtu 17 September 2022.

Baca Juga:  Rektor UIN Datokarama Minta Dukungan DPRD Agar Pemprov Hibahkan Lahan Golni

1. Mempercepat realisasi tahapan rehab rekon pascabencana

Presidium KAHMI memutuskan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah karena Munas KAHMI ingin mempercepat program pemulihan pascabencana yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dengan mempercepat realisasi tahapan rehabilitasi rekonstruksi dan mendorong recovery ekonomi pascabencana yang akan menjadi rekomendasi utama Munas KAHMI Tahun 2022. Selain itu, akan menjembatani aspirasi pembangunan, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.

2. Ajang promosi daerah

Dengan diputuskannya Palu, Sulawesi Tengah sebagai penyelenggara Munas KAHMI Tahun 2022 menjadi ajang promosi daerah Sulawesi Tengah di kancah nasional dan internasional. Munas KAHMI akan dikunjungi dan dihadiri tamu-tamu anggota tetap KAHMI dari seluruh penjuru Tanah Air dan juga Anggota KAHMI yang mungkin ada di luar negeri bisa berjumlah 6.000 peserta.

Baca Juga:  Legislator Minta Bapenda Se-Sulteng Mencontoh Bapenda Banggai

3. Jaga harkat dan martabat daerah

Untuk menjaga harkat dan martabat daerah yang sudah menyambut baik pelaksanaan Munas KAHMI dilaksanakan di Palu Sulawesi Tengah, selaku tuan rumah sesuai ketentuan harus memberikan dukungan anggaran untuk biaya peaksanaannya.