Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan salah satu fondasi dalam menghadirkan layanan medis yang aman dan berkualitas.
Melalui pelatihan BTCLS, peserta dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi kondisi kegawatdaruratan dan melakukan tindakan awal secara cepat, tepat, serta sesuai standar sebelum pasien menerima penanganan lebih lanjut.
Pelatihan dilaksanakan selama enam hari dengan metode hybrid. Peserta mengikuti sesi teori secara daring selama tiga hari dan dilanjutkan dengan sesi praktik selama tiga hari.
Perpaduan teori dan praktik diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan peserta menghadapi situasi kegawatdaruratan di tempat kerja.
BTCLS Batch II diikuti oleh 33 peserta. Dengan pelaksanaan gelombang ini, jumlah tenaga kesehatan yang telah mengikuti program tersebut mencapai sekitar 60 orang.
Peserta berasal dari wilayah pemberdayaan PT Vale yang mencakup Ring 1, yaitu Kecamatan Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Tanggetada, serta wilayah Ring 2 dan Ring 3, termasuk Kecamatan Kolaka dan sekitarnya.
Cakupan tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan kompetensi tenaga kesehatan di berbagai wilayah pelayanan.
Sebagai kelanjutan program, PT Vale juga merencanakan pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) dan BTCLS Batch III pada November 2026.
Langkah ini diharapkan dapat menambah jumlah tenaga kesehatan tersertifikasi dan memperkuat kesiapan layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Kolaka.
Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Kolaka
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sri Raoda Buna, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi aktif PT Vale dalam mendukung pengembangan sektor kesehatan daerah.
Dukungan perusahaan dinilai melengkapi upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat sarana pelayanan, dan memenuhi kebutuhan tenaga medis.



















