Iklan HUT korpri

Ade Putra Katume, “Pelari Kampung” dari Poso Juara 1 di Kejurnas ALTI

Ade Putra Katume
Ade Putra Katume, peraih medali emas kategori jarak pendek (40 kilometer) di Kejurnas ALTI yang digelar di Sulawesi Tengah. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Ade tidak sanggup menahan letihnya. Ia yang masih berpeluh keringat langsung membuka baju usai mencapai garis finis Kejuaraan Nasional (Kejurnas) perdana Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) yang digelar di Sulawesi Tengah pada 15-17 Juli 2022.

Pemilik nama lengkap Ade Putra Katume itu finis pertama untuk kategori jarak pendek (40 kilometer) individual putra di Kejurnas ALTI. Ia berhasil melalui lintasan yang melewati Gunung Gawalise kurang dengan waktu tempuh 06:20:54 (6 jam 20 menit 54 detik).

Baca Juga:  Softball Untad Cup Jadi Momentum Hidupkan Kembali Olahraga Softball di Sulteng

Ade lebih cepat kurang lebih 6 menit dari pelari asal Jawa Barat Sobari Herdiana yang finish dengan waktu tempuh 06:26:47. Sementara di posisi ketiga pelari trail asal Sumatera Barat Agus Supardi membutuhkan waktu 06:40:12 untuk sampai di garis finis.

Pria gondrong itu berhasil mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tengah. Medali emas dikalungkan di lehernya. Bonus sebesar Rp8 juta pun berhak jadi milik pria asal Kabupaten Poso.

Baca Juga:  Jawa Barat Juara Umum Kejurnas ALTI, Ini Daftar Lengkap Perolehan Medali

Bagi Ade, ini merupakan pengalaman pertama mengikuti Kejurnas. Selama ini ia hanya mengikuti lomba lari yang digelar di kampung halamannya saja.

“Alhamdulillah saya bangga bisa membawa Provinsi Sulawesi Tengah dapat emas, ini pertama kali saya ikut Kejurnas dan bisa langsung juara. Selama ini saya hanya ikut lomba lari tarkam (antara kampung) saja,” ungkap Ade kepada ReferensiA.id usai menerima medali emas untuk kategori jarak pendek Kejurnas ALTI, Minggu 17 Juli 2022.

Baca Juga:  Hebat, 5 Atlet Junior Donggala Ukir Prestasi di Kejuaraan Lari Polres Tojo Unauna

Dia sendiri mengaku tidak menyangka bisa menjuarai salah satu kategori di Kejurnas ALTI yang diikuti 105 atlet dari 15 provinsi itu. Sebab, ia belum memiliki pengalaman sebelumnya untuk lomba lari trail.