Iklan HUT Morowali PT Vale

Eks Polwan Mengaku Dipecat Karena Tolak Bebaskan Tersangka Pemerkosaan, Begini Klarifikasi Polda Sulteng

eks Polwan mengaku dipecat karena menolak membebaskan tersangka pemerkosaan
Tangkapan layar video viral eks polwan yang mengaku dipecat karena tolak bebaskan tersangka pemerkosaan. / TikTok

ReferensiA.id- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengeluarkan pernyataan klarifikasi terkait video viral di sosial media TikTok terkait eks Polwan mengaku dipecat karena tolak bebaskan tersangka pemerkosaan.

“Yuni Utami adalah eks anggota Polisi Wanita (Polwan) Polda Sulteng yang dalam akun @expolwanviral5 membuat konten video dan mengaku dipecat karena menolak membebaskan pelaku pemerkosaan,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto dalam keterangannya, Selasa 30 Agustus 2022.

Baca Juga:  Polres Palu Jadi Polresta, Kini Dipimpin Perwira Berpangkat Kombes

Yuni Utami merupakan lulusan Bintara Polwan angkatan 37, tahun 2008, dimana tahun 2012 mendapat kepercayaan untuk menjadi Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Biromaru Polres Donggala.

Demikian keterangan resmi yang disampaikan Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto, menanggapi kembali viralnya konten yang dibuat akun @expolwanviral5, di mana dalam video mengaku dipecat karena menolak membebaskan pelaku pemerkosaan.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Palu, 4 Tersangka Ditahan

Didik juga membenarkan pada tahun 2012, Yuni Utami yang saat itu berpangkat Bripda menangani kasus dugaan perkosaan atau asusila bersama seniornya Briptu AA di Polsek Biromaru.

Saat itu, terjadi perbedaan pendapat saat melakukan penyidikan, di mana Bripda Yuni Utami bersikeras menerapkan pasal pemerkosaan, sementara hasil visum dokter menyimpulkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan terhadap korban.

Baca Juga:  Polisi Beberkan Inisial Oknum Petinggi Partai yang Dilaporkan Terkait Dugaan Pemerkosaan

Sehingga Briptu AA meminta untuk dilakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka menyesuaikan hasil visum walaupun hal itu ditolak oleh Yuni Utami.