Iklan HUT Morowali PT Vale

Pj Sekdaprov Sulteng Singgung Soal Huntap dan Minta Inpres Perpanjangan Rehab Rekon

Rehab Rekon
Pj Sekda Provinsi Sulteng Faizal Mang (kanan) menerima audiensi Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Usep Setiawan (tengah) di ruang kerjanya. / Ist

ReferensiA.id – Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Ir HM Faizal Mang MM mengungkapkan, pembangunan hunian tetap (huntap) untuk penyintas bencana sampai sekarang belum rampung. Karena itu, dia minta agar diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) perpanjangan masa rehab rekon pascabencana di Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Faizal Mang saat menerima audiensi Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Usep Setiawan di ruang kerja Sekda, pada Rabu 16 Maret 2022. Hadir dalam pertemuan itu Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Drs Dahri Saleh MSi, Kepala Biro Pembangunan Drs Arfan MSi, dan perwakilan Kanwil BPN Sulteng.

Baca Juga:  Presiden Keluarkan Instruksi Terbaru Terkait Hunian Tetap di Sulteng, Berikut Poinnya

Inpres yang dimohonkan diperpanjang adalah Inpres Nomor 10 Tahun 2018 terkait dengan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Inpres ini berlaku sampai dengan 31 Desember 2020. Sehingga, Faizal Mang menyampaikan permohonan kepada Tenaga Ahli Staf Presiden Republik Indonesia agar Inpres tersebut dapat diperpanjang.

Baca Juga:  Pemkot Palu Ungkap Masalah Lahan Huntap Tondo II

“Perpanjangan Inpers ini diharapkan agar aktivitas kementerian yang terkait dapat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi karena huntap belum sepenuhnya rampung,” kata Faizal Mang kepada

Diketahui, Gubernur sudah menyampaikan permohonan perpanjangan Inpres Nomor 10 tahun 2018. Inpres perpanjangan dimaksudkan untuk memberikan daya dorong kepada kementerian lembaga agar lebih serius dan memberikan prioritas untuk penuntasan percepatan rehab dan rekon dampak bencana Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Dana Pembebasan Lahan Huntap Donggala Rp11,5 Miliar Tidak Terealisasi, Ini Penyebabnya

Rencana Tinjau Napu

Sementara itu, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Usep Setiawan mengatakan tujuannya ke Sulawesi Tengah selain silaturahmi juga untuk mendata permasalahan agraria di provinsi ini.