Iklan HUT Morowali PT Vale

KPU Sulteng Sebut Dapil Pemilu 2024 Kemungkinan Berubah

KPU Sulteng
Samsul Y Gafur (kedua dari kanan). / Ist

ReferensiA.id- Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tengah (KPU Sulteng) menyebutkan daerah pemilihan (dapil) Pemilu 2024 kemungkinan berbeda dengan Pemilu 2019.

Perubahan itu terjadi setelah pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri menyerahkan data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Data tersebut yang akan digunakan oleh KPU untuk melakukan penataan daerah pemilihan (dapil) DPRD kabupaten kota se Indonesia. Penataan dapil untuk DPRD kabupaten kota merupakan kewenangan KPU.

Baca Juga:  Hari Pertama Pendaftar PPK Capai 788 Orang di Sulteng, Parimo Terbanyak

Anggota KPU Sulawesi Tengah, Samsul Y Gafur mengungkapkan kemungkinan terjadinya perubahan alokasi kursi di satu daerah pemilihan karena perubahan jumlah penduduk.

“Kami sudah minta agar KPU kabupaten kota lakukan pencermatan terhadap jumlah alokasi kursi dapil di setiap kabupaten kota disandingkan dengan keberadaan jumlah penduduk, DAK2 yang diserahkan pemerintah,” kata Samsul Y Gafur di Palu, Jumat 11 November 2022.

Baca Juga:  Perpanjangan Pendaftaran PPK Berakhir, 4 Kecamatan di Sulteng Tetap Tak Capai Kuota

Dia menjelaskan, DAK2 yang diserahkan pemerintah kepada KPU menjadi rujukan apakah jumlah alokasi kursi di setiap dapil di kabupaten kota masih seperti pada Pemilu 2019 atau mengalami perubahan.

Sebab, jika melampaui jumlah maksimal alokasi kursi di satu dapil maka harus dimekarkan. Sebagaimana Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 ditentukan bahwa jumlah alokasi kursi di satu dapil paling kurang 3 dan paling banyak 12 kursi.

Baca Juga:  Verifikasi Faktual Parpol Dimulai Besok, Ketua KPU Palu Ingatkan Peran Aktif Parpol

“Jika lebih dari 12 maka, dapil itu harus dimekarkan,” ujar Samsul Y Gafur.

Bukan hanya DPRD kabupaten kota, perubahan dapil juga memungkinkan terjadi untuk DPRD Provinsi Sulawesi tengah.