Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan calon jemaah haji. Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan pelayanan medis perlu dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh instansi yang memiliki kewenangan.
“Kesehatan jemaah menjadi salah satu hal yang paling utama. Kami berharap pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan baik dan menyeluruh sehingga kondisi para jemaah benar-benar dipersiapkan sebelum keberangkatan. Dengan kesiapan yang matang, kita berharap pelaksanaan ibadah haji tahun 2027 dapat berjalan lancar dan sukses,” katanya.
Awaluddin juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, pemerintah kabupaten/kota, instansi penyelenggara haji, serta jajaran Dinas Kesehatan dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan jemaah.
Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan agar setiap instansi dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal, termasuk dalam aspek pemeriksaan kesehatan, pelayanan jemaah, serta dukungan anggaran penyelenggaraan ibadah haji.
Terkait usulan perubahan skema pembiayaan yang disampaikan Wakil Gubernur, pembahasan bersama antarpemerintah daerah dan instansi terkait juga diperlukan agar perencanaan anggaran dapat dilakukan secara matang dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi dan menjalankan tugas masing-masing secara optimal. DPRD akan melaksanakan fungsi pengawasan sesuai kewenangannya untuk mendorong agar persiapan dan pelayanan kepada jemaah benar-benar diperhatikan,” tambahnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan langkah dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M.
Dengan persiapan yang terencana, pemeriksaan kesehatan yang optimal, serta koordinasi lintas sektor yang baik, pelayanan kepada calon jemaah haji asal Sulawesi Tengah diharapkan dapat berjalan tertib, aman, dan lancar. ***



















