Iklan HUT korpri

Perekrutan PPK dan PPS Pemilu 2024 Berbasis Internet Meski Banyak Desa Blank Spot di Sulteng

Perekrutan PPK dan PPS
Sahran Raden. / Ist

ReferensiA.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan teknologi berbasis digital dalam proses perekrutan PPK dan PPS sebagai badan adhoc Pemilu 2024. Meski, tidak semua desa terjangkau jaringan komunikasi internet.

Sulawesi Tengah misalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, pada tahun 2021 masih terdapat puluhan desa blank spot atau tidak menerima sinyal internet.

Baca Juga:  Dorong Keterwakilan Perempuan Saat Pemilu, KPU Sulteng - Sikola Mombine Teken Kerja Sama

Pada rahun 2021, dari 13 kabupaten kota di Sulteng, hanya Kota Palu yang seluruh wilayahnya telah menerima sinyal internet 4G/LTE.

Sementara itu, terdapat 94 desa kelurahan tersebar di kabupaten se-Sulteng bahkan yang sama sekali tidak menerima sinyal internet.

Berdasarkan data, desa tanpa sinyal internet terbanyak di Poso yakni 17 desa. Menyusul Morowali Utara (14), Tolitoli (12), dan Tojo Unauna (11). Sedangkan kabupaten lainnya kurang dari 10 desa kelurahan.

Baca Juga:  Sosok Ketua KPU Sulteng Tanwir Lamaming di Mata Gubernur

“Desa Kelurahan dengan Penerimaan Sinyal Internet – 4G/LTE (1.466); Desa Kelurahan dengan Penerimaan Sinyal Internet – 3G/H/H+/ EVDO sebanyak (197); dan Desa Kelurahan dengan Penerimaan Sinyal Internet – 2,5G/E/ GPRS (114); Desa Kelurahan dengan Penerimaan Sinyal Internet- tidak Ada, 94 desa,” begitu data yang dipublikasikan BPS Sulteng dikutip ReferensiA.id pada Selasa 11 Oktober 2022.

Baca Juga:  PKS Sulteng Mulai Verifikasi Internal untuk Persiapan Pemilu 2024

Diketahui, proses rekruitmen badan adhoc penyelenggara pemilu tingkat kecamatan (PPK) dan tingkat desa (PPS) akan dimulai November 2022.

Berbeda dengan pemilu sebelumnya, proses rekruitmen PPK dan PPS dilakukan secara digital melalui aplikasi Siakba.